tesride singkat yamaha tricity.  perlu adaptasi… 

hallo sobat SMblog  smua…. seperti yang SMblog  bilang beberapa hari yang lalu bahwa di ajang yamaha motor show lalu di adakan juga sesi testride. https://speedmotoblog.wordpress.com/2017/03/04/yamaha-xmax-sudah-show-of-di-bali/   https://speedmotoblog.wordpress.com/2017/03/04/galery-yamaha-xmax250-t-max/

dan  yang lebih menarik lagi bagi SMblog  ada motor yang tidak biasa yang di test yaitu yamaha tricity.  wuih… kesempatan nih. tanpa kebanyakan cing cong langsung aja deh daftar mumpung gak ngantri.. sangat di sayangkan sih area yang di pakai testride sangat kecil yaitu hanya se lapangan basket jadi untuk torsi dan speed jelas absen dalam testride ini  jadi ibaratnya hanya icip2lah,  merasakan motor 155cc premium beroda tiga ini. owza bagi yang belum tau spesifikasi yamaha tricity ini adalah berkapasitas

155 SOHC, 4 Stroke dengan sistem pendinginan Liquid Cooled alias. berteknologi Variable Valve Actuation ( VVA ) dan juga Teknologi Blue Core.samalah ma n max. Mesin Yamaha Tricity 155 memiliki ukuran bore x stroke 58 mm x 58.7 mm dan masuk dalam kategori Square Engine. Rasio kompresinya adalah 10,5 : 1 dan menggunakan transmisi otomotis dengan CVT ( Continous Variable Transmision ). secara teori tenaga maksimal bisa mencapai 11.1 kW @ 8000 rpm dengan torsi puncak 14.4 Nm @ 6000 rpm.lumayan nampoll kan.

oke sekarang langsung masuk tesride.. pas pertama kali naik di motor ini. SMblog yang bertinggi sekitar 175cm (kira2. lupa) agak sedikit jinjit dikittt bngitt. tapi bukan karena motor ini tinggi tapi karen joknya lumayan lebar.  melihat dasbor depan dan dek wuihh lebarr bangett asli lebar.  sayang aja gak bisa selonjoran. dari kondisi diam langsung SMblog  gas menghentak, tenaganya kurang gregettt. besar sih tenaganya tpi kurang uhhh.. gitulah pokoknya. mungkin faktor roda tiga yang agak berat di depan.  lanjutt SMblog coba meliuk2 di area yng sangat terbatas yang pertama SMblog rasakan adalah rasa kikuk,sebenarnya motor ini nurut aja buat nikung miring tapi feeling kita aja agak aneh karena blm terbiasa. 

inilah yg SMblog  bilang perlu adaptasi. bisa di bayangkan roda dua di depan jadi setiap nikung feelingnya terasa kaku kalau pertama kali. tapi secara handling motor ini nyaman.dengan posisi tegak dan dek rata yang super lebar.  setelah melalui beberpa putaran lapangan basket feeling sudah mulai terbiasa. meliak liuk sudah lebih gesit. sayang terbatasnya tempat.  jadi tidak bisa mengexplore kecepatan.  

jadi kesimpulan singkatnya….menurut SMBLOG secara feeling motor ini “biasa” saja. seperti matic pada umumnya bercc 150an. yang paling membedakan dan paling membuat “sesuatu” adalah roda duanya yg di depan serta membutuhkan sedikit adaptasi waktu pertamakali naik. dan juga pernak pernik fitur lainya. maklum motor ini di bandrol sekitar 60jutaan.jadi fitur pun termasuk premium. tpi gak sya bahas.  kepanjangan soalnyan..  😀

​​Terimkasih sudah mau mampir bro sis, semoga infonya berguna. Mohon saran dan kritik yang membangun….caooo

Gmail:hendriantoro57@gmail.com.            IG:hendri rezer                                     WA:081999300575

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *